Fungsi Otak Kiri Dan Kanan Berkaitan Dengan Belajar Forex


Sejak Prof Roger Sperry, penerima Nobel tahun 1981 melalui penelitian panjangnya bertahun-tahun, mengungkapkan hasil temuannya tentang gelombang otak, maka paradigma baru muncul dan berkembang. Hipotesisnya telah dibuktikannya sendiri bahwa setiap aktivitas yang berbeda memunculkan gelombang otak yang berbeda pula. Temuan ini sungguh-sungguh mengubah cara pandang tentang potensi dan kreativitas otak manusia. Hal yang mengejutkan, rata-rata otak membagi kegiatannya secara jelas ke dalam kegiatan otak belahan kiri (korteks kiri) dan kegiatan otak belahan kanan (korteks kanan). Saat korteks kanan sedang aktif, korteks kiri cenderung tenang atau istirahat, demikian sebaliknya. Kegiatan yang paling mudah diamati tentang pergantian aktivitas otak adalah saat kita berjalan Kaki kanan digerakkan oleh aktivitas otak belahan kiri, saat kaki kiri bergerak otak belahan kanan mengambil alih. Setiap otak memiliki keterampilan yang khas dalam urutan kerja yang sangat rapi. Kondisi penuh harapan dari olahan dan kembangan penemuan ini adalah setiap orang memiliki banyak sekali keterampilan intelektual, berpikir, dan kreativitas, yang belum digunakan sepenuhnya. Mengacu pada beberapa definisi bakat terdahulu, jelas bahwa bakat-bakat yang dipenuhi oleh potensi intelektual, keterampilan dan kreativitas masih dapat terus digali dari diri kita. Hal ini memberikan harapan besar dan makna sangat dalam, yakni kita tidak pernah menduga bahwa ternyata kita bukannya tidak berbakat menggambar atau tidak berbakat matematika. Yang terjadi adalah kita tidak memberi kesempatan pada kedua belahan otak untuk menggalidiri dan unjuk maksimal. Orang cenderung bukannya menggali dan memaksimalkan fungsi perbedaan kegiatan otak belahan kanan dan kiri, namun justru membatasi. Diketahui bahwa otak belahan kiri melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan logika, analisis, kuantitatif, fakta, rencana, organisasi, detailperinci, sekuensial. Tugas otak belahan kanan berhubungan dengan sifat keseluruhan, intuitif, sintesis, integrasi, emosi, zwischenmenschlich, perasaan, kinestetik. Pembagian aktivitas ini melahirkan Etikett bahwa senimanberotak kanan sedangkan ilmuwan adalah orang-orang otak kiri. Maka manusia pun seolah terbagi dikotomis, orang otak kiri dan orang otak kanan Betulkah Jangan pernah menggolongkan Albert Einstein sebagai orang berotak kiri. Ia adalah manusia jenius yang berhasil menggali dan memaksimalkan fungsi kedua belahan otaknya, sehingga melahirkan teori relativitas yang luar biasa itu. Awalnya Einstein membiarkan otak belahan kanan melakukan aktivitas imajinasi tentang sebuah perjalanan di permukaan matahari. Singkat cerita, perpaduan daya imajinasi dan hal lain yang dilakukan belahan kanan, serta kemampuan matematika, berpikir sistematis dan hal lain yang dilaksanakan belahan kiri, membawa dirinya pada sebuah temuan spektakuler yang maha dahsyat. Bakat, tidak semata-mata hasil ciptaan yang mencuat secara seragam pada kesempatan berbeda, tidak pula yang hanya digambarkan oleh atribut profesi dan pekerjaan. Bakat adalah penggalian terus - menerus dan pemanfaatan seluruh kapasitas otak secara bertanggung jawab untuk mewujudnyatakan berbagai hal yang tidak itu-itu saja, atau sesuatu yang sudah telanjur dicap sebagai bakat yang terbatas. Artinya, tidak ada orang yang tidak berbakat untuk hal tertentu, karena kita semua memiliki otak belahan kiri dan kanan. Coba saja mulai latihan menulis dengan salah satu tangan yang tidak biasa digunakan secara dominan sehari-hari. Latihlah selama satu atau dua bulan terus-menerus Apa Yang Terjadi Ternyata Tangan Kita Yang Satu Itu Berbakat Menulis Juga. Hanya saja tangan yang satu lagi sudah telanjur dominan dalam latihan bertahun-tahun sejak kita belajar menulis. Betul Terdapat dua bahagian hemisfera otak iaitu otak kanan dan otak kiri. Kedua-dua hemisfera otak kanan dan kiri ini amat berpengaruh terhadap gaya pemikiran setiap manusia. Terdapat individu-individu yang pemikirannya lebih dipengaruhi oleh otak kanan dan terdapat juga individu-individu yang pemikirannya lebih dipengaruhi oleh otak kiri. Gaya pemikiran otak kanan adalah lebih bebas dan rawak, lebih menyeluruh (holistik), intuisi, subjektif, sintesis dan abstrak. Gaya pemikiran otak kiri pula lebih kepada logik, rasional, analitik, objektif, berturutan dan spesifik. Ilmu Yang Mudah Dilihat Banyak Menggunakan OTak Kiri Contohnya ialah ilmu Matematik Dan ilmu Yang Berkaitan Dengan Oakak Kanan ialah ilmu seni muzik, sastera dan lukisan. Walau bagaimanapun, terdapat juga ilmu-ilmu yang menggabungkan pemikiran otak kiri dan kanan seperti ilmu-ilmu sains fizik, kimia, astronomi dan falsa Jika dilihat daripada sudut pendidikan, kebanyakan sistem pendidikan yang terdapat di dunia lebih menjurus kepada aliran pemikiran otak kiri. Para pelajar di seluruh dunia dilatih untuk membuat keputusan dan melakukan satu-satu tindakan berdasarkan logik, rasional dan yang mendapat pulangan materi semata-mata. Ciri-ciri pemikiran otak kiri lebih ketara apabila pelajar memasuki gerbang universiti Jika dikategorikan dalam ilmu teknik berfikir, gaya berfikir menggunakan otak kiri ini bolehlah dikelaskan sebagai gaya pemikiran vertikal. Gaya berfikir seperti ini sangat-sangat memerlukan sebab-sebab rasional dan logik segala keputusan mesti berdasarkan sebab dan akibat, pengalaman-pengalaman yang lalu dan mesti mempunyai rujukan setiap idee mesti berasaskan logik dahulu kemudian baru boleh dilaksanakan. Ringkasnya, segala Idee dan imaginasi akan dikongkong oleh logik dan rasional. Para pelajar tidak akan bebas berfikir dan tidak mampu dan tidak berani melahirkan idee idee baru apatah lagi idee idee yang amat bertentangan dan dianggap pelik oleh individu-individu yang berfikiran konvensional. Fikiran konvional adalah fikiran yang berasaskan pendapat-pendapat lama yang telah kukuh dan diterima ramai sebelum ini. Jika ada idee idee baru yang dilahirkan pun hanyalah berbentuk inovatif atau 8216improvement8217 daripada idee idee sebelum ini, bukan berbentuk kreatif Boleh jadi pelajar, boleh cemerlang dalam akademik tetapi mungkin mereka tidak akan menghargai apa yang telah dipelajari. Sekiranya para pelajar dilatih lebih menggunakan otak kanan, mereka akan menjadi lebih kreatif dalam mengeluarkan Idee. Idee-idee yang dilahirkan adalah lebih bebas, abstrak dan tidak terkongkong oleh fikiran-fikiran lama konvensional. Berbeza daripada corak pemikiran otak kiri, dalam gaya pemikiran otak kanan, logik dan rasional akan menyokong imaginasi bukan imaginasi menyokong logik dan rasional. Di dalam ilmu teknik berfikir, gaya pemikiran otak kanan ini dikenali sebagai gaya pemikiran lateral. Jika gaya pemikiran ini diterapkan dengan lebih sistematik di sekolah-sekolah dan institusi-institute pendidikan tinggi, maka kemajuan teknologi sudah pasti akan lebih terkehadapan daripada yang kita lihat hari ini. Adalah tidak mustahil untuk melahirkan Idee-Idee yang tepat dengan menggunakan imaginasi tanpa melihat dengan lebih teliti tentang sesuatu perkara asalkan seseorang individu itu mempunyai asas yang cukup kukuh dalam sesuatu ilmu itu. Sebagai contoh, pada abad ke821112, terdapat seorang tokoh perubatan Islam yang amat terkenal di Mesir bernama Ibnu An-Nafis. Ibnu An-Nafis adalah amat terkenal sebagai orang yang pertama di dunia yang menemukan peredaran darah dalam tubuh manusia. Beliau telah menggambarkan dengan tepat bagaimana darah dalam tubuh beredar daripada jantung ke paru-paru dan seterusnya kepada seluruh sistem-sistem tubuh yang lain. Anehnya ialah beliau tidak pernah membedah satu pun mayat manusia seumur hidupnya. Jadi Bagaimanakah Beliau Boleh Menemukan Idee ini. Sudah tentulah beliau menggunakan imaginasinya setelah mempunyai pengetahuan yang kukuh dalam bidang perubatan Beliau juga banyak membuat kritikan, ulasan dan pembetulan-pembetulan daripada ilmu-ilmu perubatan dari zaman Yunani seperti Galen dan juga tokoh-tokoh Islam liegend seperti Al-Razi dan Ibnu Sina. Kesimpulan, teknik pembelajaran secara menghafal tidak pratikal kerana lumrahnya apa yang dihafal itu akan luput daripada ingatan jika ia tidak diperlukan. Sebaliknya pembelajaran dengan menggunakan semua sistem deria iaitu mata, telinga, kulit, hidung dan lidah dapat merangsang daya berfikir (secara semula jadi). Dalam hubungan ini CVT menerusi Formel E. Q - E. Quotient iaitu larutan berasaskan luft mengandungi hidrogen dan stickstoff memberikan tenaga dan khasiat kepada otak seperti susu ibu. E. Q - E. Quotient perlu disemburkan pada lidah akan memberi rangsangan kepada otak dengan lebih teratur yang secara tidak langsung menggalakkan individu itu menggunakan daya imaginasi serta visuell mereka untuk belajar. E. Q - E. Quotient juga mengandungi magnesium, fosforus, kalium bagi dijadikan tenaga untuk merangsang sistem deria. APLIKASI OTAK KANAN DAN OTAK KIRI DALAM BELAJAR Prestasi Belajar di Sekolah Sangat Dipengaruhi Oleh Kemampuan Umum Kita Yang Diukur Oleh IQ, IQ Yang Tinggi Meramalkan Suskse Terhadap Prestasi Belajar. Namun IQ yang tinggi ternyata tidak menjamin sukses di masyarakat (Segal, 1997: 14). Pada permulaan tahun sembilan puluhan berbagai penelitian menunjukkan (Segal, 1997: 5) bahwa diinspirasi oleh berbagai psikolog humanis seperti Maslow, Rollo Mai, Carl Rogers yang sangat memperhatikan segi-segi subyektif (perasaan) dalam perkembangan psikolog, eksplorasi tentang emosi telah menunjuk pada sumber - summer emosi (Segal, 1997, Goleman, 1995). Ternyata bahwa emosi selain mengandung persaan yang dihayati seseorang, juga mengandung kemampuan mengetahui (Menyadari) tentang perasaan yang dihayati dan kemampuan bertindak terhadap perasaan itu. Bahkan pada hakekatnya emosi itu adalah impuls untuk bertindak. Goleman menyatakan Bahwa selain rational Geist, seorang memiliki eine emotionale Haupt-Yang Masing-Masing Diukur Oleh IQ dan EQ dan Bersumber Masing-Masing Dari Kopf dan Herz. Kedua kehidupan mental tersebut, meskipun berfungsi dengan cara-caranya sendiri, bekerja secara sinergis dan harmonis homo sapiens yang memiliki neocortex (otak depan) yang merupakan sumber rasio, yaitu otak depan, terdiri dari pusat-pusat yang memahami dan mendudukan apa yang diamati oleh alat Dria kita Dalam evolusi tentang pengtahuan kemampuan organisma, ternyata bahwa penanjakan kehidupan manusia dalam peradaban dan kebudayaan adalah kerja neocortex yang ternyata juga menjadi sumber kemampuan seseorang untuk perencanaan dan strategi jangka panjang dalam mempertahankan hidup (Goleman, 1995: 11). Perkembangan ini menjadi otak memiliki nuansa terhadap kehidupan emosional seseorang. Struktur lymbic (sumsum tulang belakang) menghidupkan perasaan tentang kesenangan dan keinginan seksual, yaitu emosi yang mewujudkan sexuelle Leidenschaft. Namun keterkaitan sistem lymbic tersebut dengan neocortex menumbuhkan hubungan dasar ibu-anak, yang menjadi landasan untuk Einheit keluarga dan Verpflichtung jangka panjang untuk membesarkan anak (spesi yang tidak dimiliki organisma ini seperti binatang melata, tidak memiliki kasih sayang) dan sering membunuh dan atau menghancurkan anaknya Sendiri Masa anak dan masa belajar panjang (lange kindheit) bersumber dari saling keterhubungan neuron-neuron dalam pabrik otak ini. Amygdala adalah neuron yang mewujudkan struktur keterhubungan di atas brainstem dekat dasar dari limbic ring (cincin sumsum tulang belakang antara emosi dan rasio). Amygdala adalah tempat penyimpanan memori emosi Joseph Le Doux, Neoroscientist Dari Zentrum für Neural Scince New York University menemukan peran penting amygdala dalam otak emosional. Amygdala menerima eingang langsung melalui alat dria dan memberikan signal kepada neocortex, namun juga dapat memberikan Antwort sebelum tercatat di neocortex. Jadi Ada Kemungkinan Antwort Manusia Sebelum ia berfikir. Dalam perkembangan pendidikan terbaru saat ini, musik klasik (dengan ketukan tertentu yang selaras dengan detak jantung manusia8212jadi tidak semua jenis musik klasik) menjadi sarana penting dalam belajar di ruang-ruang kelas. Buku-buku pendidikan dengan penjualan Bestseller international, seperti Quantum Lernen, Quantum Lehre dan Die Lernrevolution, semuanya mempromosikan musik klasik untuk digunakan sebagai Programm belajar. Seutelai dampak dari ide yang kompak dan serempak ini, beberapa lembaga pendidikan saat ini sedang berlomba-lomba membunyikan musik klasik sebagai pengiring kegiatan belajar mengajar di kelas. Fenomena ini bisa kita sebut sebagai 8220efek promosi Quantum Learning8221. Efek promosi Quantum Lernen ini juga merembet ke lembaga-lembaga pendidikan luar sekolah. Banyak lembaga-lembaga kursus dan pelatihan di kota-kota besar Indonesien saat ini yang memperdagangkan Programm-Programm Lernfähigkeit berbasis Quantum Learning. Lalu mengapa musik klasik Atau bahkan mengapa musik digunakan dalam programm belajar Alasannya karena musik merupakan salah satu 8220makanan8221 penting dari otak kanan Selama ini Programm belajar hanya memfungsikan otak kiri semata yang melulu bersifat linear, logis dan matematis. Penggunaan otak yang tidak seimbang ini kemudian cepat menimbulkan kelelahan dan kejenuhan bagi orang yang belajar. Otak kanan yang tidak punya kerjaan tadi kemudian berfungsi sebagai pengganggu saudaranya, otak kiri yang sedang pusing dengan rumus-rumus dan hafalan. Di sinilah fungsi musik klasik (bettel pula warna-warni dan gambar) dalam belajar. Ia memberi sebuah aktifitas bagi otak kanan sehingga ia tidak lagi mengganggu otak kiri di saat belajar. Apa yang dibahas di atas merupakan efek pendukung belajar dari musik klasik Musik klasik juga punya efek memperkaya fikiran. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa musik klasik yang diperdengarkan secara terpola pada janin di dalam kandungan bisa meningkatkan kecerdasan janin-janin ini kelak ketika lahir. Dalam buku Cara Baru Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan Oleh Van de Carr dan Lehrer, diceritakan tentang seorang konduktor simfoni terkenal, Boris Brott, yang suatu hari merasa akrab dengan irama selo yang belum pernah ia dengar sebelumnya. Ketika ia menceritakan hal itu pada ibunya yang merupakan seorang pemain selo profesional, ibunya menjadi heran. Ternyata musik selo tersebut sering ia mainkan ketika Brott masih di dalam kandungannya. Schlüsselwörter. Otak Kiri, Otak Kanan, Ciri-Ciri otak Kiri, Ciri-Ciri Otak KananSenin, 25. April 2011 Secara neurobiologis, otak manusia terdiri atas miliaran sel saraf atau neuron yang menyebar di keseluruhan otak manusia. Seperti yang dikemukakan oleh seorang neurolog, Gerald Edelman, pemenang hadiah nobel, dibutuhkan lebih dari 32 juta tahun untuk menghitung semua sinaps di dalam otak manusia dengan kecepatan satu sinaps pro detik Jika dipusatkan perhatian pada kemungkinan jumlah hubungan saraf di dalam otak, maka didapati jumlah yang sangat menakjubkan yaitu 10 diikuti sejuta angka nol. Setiap saraf otak itu saling berhubungan dan berkomunikasi melalui satu hubungan atau lebih (Restak, 2004: 5). Walaupun demikian, setiap saraf yang ada dalam otak mempunyai tanggung jawab dan fungsi masing-masing. Misalnya, Kegiatan Membrana mengaktifkan Bereich oksipital dan frontal. Mendengarkan musik dengan mata terpejam mengaktifkan Bereich zeitlich, frontal dan serebelum. Di samping itu, secara garis besar, otak otak manusia terbagi atas kerja otak belahan otak kanan, tetapi aktifitas kerja kedua otak tersebut tidak terpisah. Aktivitas kedua otak itu saling menyatu dan juga saling membangun. Seperti yang kita ketahui bahwa metode pembelajaran konvional yang pada umumnya digunakan oleh pendidik dalam belajar bahasa cenderung menekankan pada pola kerja otak kiri, seperti latihan yang menitik beratkan pada rangsangan dengar (otak kiri) berupa latihan-latihan, pengulangan, kurang melibatkan proses pemecahan suatu masalah . Sementara itu, dengan kemajuan teknologi, anak-anak sekarang terfokus pada acara-acara yang disiarkan oleh televisi, sehingga yang lebih banyak melakukan aktivitas adalah belahan otak kanan. Oleh karena itulah, masalah pembelajaran menjadi tidak efektif. B. Hubungan Otak dengan Bahasa Otak memegang peranan yang sangat penting dalam berbahasa. Telah diutarakan sebelumnya bahwa saraf-saraf tertentu dalam otak berkaitan dengan fungsi berbahasa baik lisan maupun tulisan. Ini dapat dibuktikan bahwa terdapat gangguan berbahasa bagi orang yang mengalami kerusakan otak atau kecelakaan yang mengenai kepala, selain itu juga dilakukan eksperimen terhadap saraf-saraf di otak bagi orang yang sehat. Saraf-saraf dalam otak berkaitan dengan fungsi berbahasa adalah daerah broca, daerah Wernicke, dan daerah korteks ujaran überlegen atau daerah motorsuplementer. Berdasarkan tiga daerah saraf tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat bagian-bagian tertentu pada saraf-saraf di otak kiri manusia yang mempengaruhi manusia untuk menghasilkan ujaran untuk berbahasa dan berkomunikasi dengan sesama. C. Fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri DePorter (2004: 36) mengungkapkan bahwa proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linear, dan rasional. Otak kiri berdasarkan realitas mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis Cara berpikir sesuai untuk tugas-tugas teratur, ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi audiotorisch, menempatkan detail dan fakta, fonetik, serta simbolisme. Untuk belahan otak kanan cara berpikirnya bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik. Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang, kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi. Selanjutnya, Restak (2004: 97) juga mengemukakan bahwa otak kiri berfungsi menjelaskan sesuati secara verbal atau tulisan Belahan otak kiri cenderung memecah segala sesuatu ke dalam bagian-bagian dan lebih mengenali perbedaan dari pada menemukan kesamaan ciri Di samping itu menurut Restak, belahan Otak kiri memproses dunia dengan cara yang linear dan runut Sebalinya, belahan otak kanan kurang mengandalkan kata-kata dan bahasa, belahan otak kanan lebih bisa melihat gambar secara keseluruhan dengan memperhatikan dan menggabungkan menjadi sebuah gambaran umum Belahan otak kanan terlibat dalam proses penyetaraan yang Melibatkan banyak operasi sekaligus Hal yang sama tentang fungsi otak kiri juga dikemukakan oleh Maksan (1993: 55) bahwa tugas-tugas kebahasaan dikoordinasikan oleh otak kiri. Otak kiri berkaitan dengan akademik maka otak kanan berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Merupakan pusat otak yang dominan untuk berbahasa lisan dan tulisan. Berperan dalam proses berpikir yang logis, analitis, linier dan bertindak yang rasional. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (Kurzzeitgedächtnis). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika. Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruck, emosi, musik dan warna Daya ingat otak kanan bersifat panjang (Langzeitgedächtnis). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visuell dan emosi. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligenz Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Freed 1997 dalam Soepalarto ykaiindexphp). D. Bagaimana Kedua Belahan Otak Bekerja Setiap belahan otak, baik otak kiri maupun otak kanan pada hakikatnya mempunyai mempunyai tanggung jawab dan fungsi masing-masing. Misalnya, Otak kiri berkaitan dengan akademik, seperti perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika, sedangkan Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Namun, aktifitas kerja kedua otak tersebut tidak terpisah. Aktivitas kedua otak itu saling menyatu dan juga saling membangun. Seutelai contoh, Ketika Melihat Beberapa Pohon Dengan Déhana Yang Berguguran, Tanah Yang Kering, Dan Cuaca Yang Teramat Panas. Kita akan memerikan, menganalisis, dan menggeneralisasikan semua hal tersebut dengan belahan otak kanan Setela hal tersebut dilakukan oleh otak kanan, maka belahan otak kirilah kemudian yang mengkomunikasikannya secara verbal. Misalnya, ketika kita berkata, 8220dedaunan itu banyak berguguran, tanah yang disekitarnya kering, dan ternyata sekarang adalah musim kemarau8221. Belahan otak kirilah yang bertanggung jawab terhadap pengolahan bahasa dan mengutarakan konsep-konsep yang ada dalam persepsi seseorang. Namun, semua merupakan hasil dari penggeneralisasian yang dilakukan oleh belahan otak kanan (Restak, 2004: 97) Dengan contoh di atas, dapat disimpulkan sebenarnya dalam setiap aktivitas otak yang dilakukan oleh manusia selalu melibatkan dua fungsi otak, yaitu belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Otak kiri untuk melakukan pemikiran, persepsi, sedangkan otak kanan untuk memberikan gambaran secara visuell. Jika seseorang hanya mengaktifkan salah satu belahan otaknya dalam beberapa aktivitas, terjadi ketidakseimbangan fungsi kerja otak pada manusia, maka orang tersebut akan mudah menghadapi kesulitan terutama kesehatan mental yang kurang baik. Seperti yang dikemukakan DePorter (2004: 38), 8220Sesungguhnya, jika Anda termasuk kategori otak kiri dan Anda tidak melakukan upaya tertentu memasukkan beberapa aktivitas otak kanan dalam hidup Anda, ketidakseimbangan yang dihasilkan dapat mengakibatkan Anda stressdan juga kesehatan mental dan fisik yang buruk.8221 Berdasarkan Penjelasan-penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pentingnya menyeimbangkan fungsi kedua belah otak dalam melakukan aktivitas yang memang membutuhkan kerja otak, sehingga tercapai tujuan yang optimal. E. Alternatif Yang Dapat Dilakukan untuk Menyimbangkan Otak kanan dan Otak Kiri dalam Pembelajaran Membaca Guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah hendaknya mengetahui dan memahami bahwa pentingnya memanfatkan kedua belah otak untuk belajar. Belajar jadi mudah jika guru dapat menyeimbangkan kedua fungsi otak dalam proses pembelajaran. Otak kanan sebagai kreativitas dan imajinasi dan juga merupakan faktor nonkebahasaan dapat memberikan ide bagi otak kiri dalam melahirkan kata-kata dan bahasa. Kreativitas dan imaginasi sangatlah penting dalam proses pembelajaran bahasa. Kreatifitas dan imajinasi perlu dikembangkan. Jika kreatifitas dikembangkan dalam proses pembelajaran, maka pembelajaran akan menjadi suatu proses yang menyenangkan bagi siswa. Implikasinya pada diri siswa akan terbentuk pola pembelajaran yang kreatif dan tidak tergantung pada orang lain. Ini akan menjadikan siswa lebih siap dan mampu menyesuaikan diri dengan segala perubahan dan tuntutan yang terjadi dalam lingkungannya. ein. Belajar Membaca (Dianne Alexander dalam Chaer, 2003: 138-139) 1) Membaca dengan runtut dari samping kiri ke samping kanan halaman dengan bantuan jari tangan yang digunakan untuk mengikuti baris demi baris kalimat tersebut. Langkah ini sepenuhnya bergantung pada koordinasi mata, jari, dan otak. Catt: Jari yang digunakan untuk menunjuk tersebut bukan untuk menunjuk kata demi kata karena akan memperlambat seseorang untuk membaca, tetapi jari digunakan untuk menuntun mata secara cepat saat membaca bacaan (DePorter, 2004: 252-253) 2) Kegiatan membaca tidak dilakukan secara terus menerus , Selingi dengan melakukan aktivitas lain agar dapat mengistirahatkan kerja otak kiri. Ketika otak kiri beristirahat, otak kanan melaksanakan fungsinya dengan mengingat informasi apa yang dapat diinterpretasikannya, karena otak kanan mempunyai fungsi kerja secara holistik. Di samping itu bahasa, simbol, dan warna dapat diingat baik oleh otak kanan 3) Kegiatan diakhiri dengan mengaktifkan fungsi otak kiri, yaitu melakukan analisis logika dan runtutan peristiwa melalui bahasa tulis atau lisan. B. Memanfaatkan Imajinasi Ketika Membaca (Michael Michalko dalam Hernowo, 2005: 83-93) Kegiatan berimajinasi adalah kegiatan dengan menggunakan medien visuell, medien visuell yang digunakan bukanlah dalam bentuk konkret, tetapi kita membayangkan atau menggambarkannya dalam suatu kegiatan membaca. Seperti kita ketahui bahwa kegiatan berimajinasi merupakan salah fungsi kerja dari otak kanan manusia. Berimajinasi dapat dilakukan dalam membantu otak kiri melaksanakan fungsi verbalnya yaitu melakukan kegiatan membaca. Kegiatan berimajinasi ketika membaca dapat dilakukan dengan tahap-tahap berikut: 1) Ketika mulai membaca, bayangkan diri terlibat dalam setiap kata dan makna yang diciptakan oleh penulis, dengan maksud pembaca dapat menghayati setiap detail pengalaman penulis yang dijabarkan dalam kata-kata yang terbatas. 2) Gunakan imajinasi ketika memaknai kalimat-kalimat yang memerlukan penggambaran atau visualisasi. Ini diperlukan ketika membaca buku yang di dalamnya hanya berisi teks dan tidak diikuti oleh gambar-gambar yang membantu pemahaman. Dengan menggunakan imajinasi ketika membaca, si pembaca dapat mengefektifkan kegiatan membaca, terutama dalam memaknai gagasan yang dikemukakan oleh penulis. C. Teknik Membaca Ka-ki Quantum Lernen (Hernowo, 2005: 169-167) Gambar di atas diilhami dari buku Quantum Lernen-Bobbi DePorter Dan Mike Hernacki-Pada Subbab 8221menulis dengan Penuh Percaya Diri8221 Dan Oleh Hernowo diubah dan disesuaikan dengan Teknik Membaca Ka-ki Quantenlernen Teknik Membrana Ka-Ki merupakan teknik Membrana dengan memanfaatkan belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Gambar ini menjelaskan bahwa dalam melakukan kegiatan membaca si pembaca dapatperlu memfungsikan kedua belahan otaknya yaitu belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Belahan Otak kiri adalah belahan yang dominan dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan membaca, sedangkan otak kanan adalah aktivitas yang dapat menimbulkan rangsangan terhadap otak kiri dalam melaksanakan aktivitas dalam membaca. Untuk mencapai tingkat pemahaman membaca yang baik dan optimale menurut Hernowo perlunya menyeimbangkan kedua belahan otak tersebut. Jadi, bagaimana cara mengoptimalkan aktivitas membaca Yaitu dengan memanfaatkan fungsi-fungsi yang ada dii belahan otak kanan, seperti semangat, spontanitas, emosi, warna, imajinasi, gairah, ada unsur baru, dan kegembiraan. D. Membaca dengan Menggunakan Peta-Pikiran Toni Buzan, 2007: 60-61) Seperti yang dikemukakan oleh Buzan bahwa sistem pendidikan modernes memiliki kecenderungan untuk lebih memilih keterampilan-keterampilan 8220otak kiri8221-matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan-daripada seni, musik, dan pengajaran Keterampilan berpikir, terutama keterampilan berpikir kreatif Selanjutnya, Buzan mengatakan jika hanya salah satu sisi otak saja yang digunakan, maka akan membatasi cara berpikir sinergis otak yang pada hakekatnya selalu saling bekerja sama dalam mengirim pesan ke seluruh anggota tubuh. (Buzan, 2007: 50,59) Agar fungsi seluruh otak menjadi sinergis perlunya memfungsikan kedua sisi otak sebesar-besarnya dengan salah satu cara menggunkan Peta-Pikiran (Mind Map). Peta-Pikiran melibatkan kedua sisi otak, karena Peta-Pikiran menggunakan gambar, warna, dan imajinasi (fungsi belahan otak kanan) bersamaan dengan angka, kata, dan logika (Fungsi belahan otak kiri). Hal yang berkaitan dengan penggunaan Peta-Pikiran dalam kaitannya dengan membaca adalah Peta-Pikiran dapat membantu pembaca dalam mengefektifkan pemahaman, terutama dengan memetakan pemahamannya terhadap apa yang dibaca dan dan juga dapat mengafektifkan kegiatan membaca itu sendiri. Otak memegang peranan yang sangat penting dalam berbahasa dan dalam kaitannya dengan bahasa ini otak manusia terbagi atas dua bagian yaitu belahan otak kiri yang bersifat kebahasaan dan belahan otak kanan yang berhubungan dengan nonkebahasaan. Otak kanan yang bukan berfungsi sebagai kebahasaan, tetapi belahan otak kanan ini mempunyai hubungan dengan bagaimana otak kiri melahirkan bahasa. Maka untuk mencapai pembelajaran membaca yang optimal, guru perlu menggunakan dan menyeimbangkan kedua fungsi belahan otak manusia.

Comments